Digital

Perpindahan Operator Gaming Online ke Port City: Peluang Baru di Sri Lanka (v3)

Perpindahan Operator Gaming Online ke Port City: Peluang Baru di Sri Lanka (v3)

Pengenalan

Kota Kolombo, terutama Port City, Sri Lanka, semakin menjadi fokus bagi operator game online yang sebelumnya berpusat di Filipina. Setelah POGO (Philippine Offshore Gaming Operators) dibatasi di Filipina, para pelaku industri ini mencari tempat yang lebih menguntungkan untuk menjalankan bisnis mereka.

Alasan Pemindahan

Pembatasan POGO di Filipina telah diterapkan oleh pemerintah untuk menindak perjudian ilegal dan meningkatkan pendapatan negara, memaksa banyak operator untuk relokasi mencari lingkungan bisnis yang lebih kondusif.

Port City sebagai Destinasi

Port City Kolombo, di jantung ibukota Sri Lanka, menawarkan keuntungan ekonomi dan regulasi yang menguntungkan bagi operator game online, menjadikan lokasi ini menarik bagi mereka yang ingin membangun operasi baru.

Dampak Terhadap Sumber Daya Manusia

Perekrutan Tenaga Kerja Berpengalaman

Operator game online di Sri Lanka aktif merekrut tenaga kerja berpengalaman dari Filipina dan negara-negara Asia lainnya, memikat mereka dengan tawaran lingkungan kerja yang stabil dan peluang karir yang menjanjikan.

Perpindahan Tenaga Kerja ke Sri Lanka

Ribuan pekerja dari China, Filipina, Vietnam, dan Kamboja telah beremigrasi ke Sri Lanka untuk bergabung dengan operator ini, meski banyak yang bekerja tanpa izin resmi.

Peran Pelaku Usaha Lokal

Kolaborasi dengan Perusahaan BPO dan IT

Perusahaan BPO dan IT di Sri Lanka bekerjasama dengan operator game untuk mendirikan bisnis baru, membantu mengamankan izin tinggal dan kerja bagi para pekerja mereka.

Pusat Aktivitas Gaming di Kolombo

Area seperti Fort, Town Hall, dan Havelock City di Kolombo kini menjadi pusat gaming online, dengan gedung-gedung tinggi yang menjadi basis operasi mereka.

Regulasi dan Ketertiban

Langkah Pemerintah Sri Lanka

Wakil Menteri Ekonomi Digital Sri Lanka, Eranga Weeraratne, mengungkap bahwa regulasi perjudian akan diterapkan secara nasional, termasuk di Port City, dengan tujuan kemitraan internasional untuk mengatasi tantangan perjudian ilegal.

Penegakan Hukum yang Ketat

Upaya hukum di Asia telah mendorong jaringan perjudian ilegal untuk berpindah ke Sri Lanka, dengan lebih dari 1.000 penangkapan terkait kejahatan siber sejak 2026.

Prospek Industri Gaming di Port City

Sri Lanka sedang merancang regulasi perjudian baru yang dirancang untuk menarik investasi dan operator game online sembari mempertahankan ketertiban hukum, dengan harapan menjadikan Port City sebagai destinasi gaming global yang ternama.